Abstrak
Bekas luka hipertrofik (HS) terjadi akibat penyembuhan luka yang tidak normal, yang sering kali menyebabkan kerusakan dan gangguan fungsi. Hipoksia merupakan ciri utama HS; namun, dampaknya terhadap kemanjuran terapeutik masih belum dieksplorasi, sehingga menghadirkan jalur potensial untuk memajukan pengobatan HS. Di sini, hipoksia diidentifikasi sebagai faktor pembatas dalam kemanjuran 5-fluorouracil (5-Fu), obat klinis yang banyak digunakan untuk HS. Pada tingkat ekspresi gen, gen respons 5-Fu yang terkait dengan siklus sel mitosis, seperti BUB1 dan SPAG5, gagal diturunkan regulasinya di bawah hipoksia pada fibroblas HS manusia, yang berkontribusi pada respons sitotoksik yang berubah. Untuk mengatasi keterbatasan ini, sistem jarum mikro (MN) pemicu oksigen dikembangkan untuk meringankan hipoksia pada HS dan meningkatkan terapi berbasis 5-Fu. Terinspirasi oleh mekanisme pelepasan gas permen Pop Rocks, partikel penangkap oksigen bertekanan tinggi (HOTP) diformulasikan dan diintegrasikan ke dalam platform MN inti-kulit, yang memungkinkan pengiriman oksigen dan 5-Fu secara lokal. Pelepasan oksigen yang cepat juga memfasilitasi penetrasi 5-Fu ke dalam jaringan HS yang padat. Studi in vivo memberikan bukti kuat bahwa sistem MN secara efektif mengurangi hipoksia, yang secara signifikan meningkatkan kemanjuran terapeutik 5-Fu. Penelitian ini menyajikan strategi inovatif untuk mengoptimalkan terapi HS dengan mengurangi hipoksia, dengan potensi untuk menginformasikan kemajuan masa depan dalam pengobatan HS.